KURIKULUM 2021 AKAN MENYENGAT BANYAK PIHAK, BENARKAH ?

- Kurikulum 2013 dengan KI/KD per tingkat kelas akan disederhanakan dengan Capaian Pembelajaran per Fase
- Kurikulum 2013 “mengunci” jam pelajaran per minggu, sepanjang tahun ajaran selanjutnya Jam pelajaran akan “dikunci” per tahun dan Fase; satuan pendidikan diharapkan memenuhi total jam tersebut
- Guru dapat menggunakan berbagai perangkat untuk mengajar, tidak harus buku teks dengan model Leveling . Level 1;Belum bisa mengembangkan aktivitas belajar harian, masih kesulitan memilih sumber dan materi ajar, Level 2; Mandiri, bisa mengembangkan kurikulum untuk keperluan dirinya, mampu memilih materi dan perangkat mengajar sesuai kebutuhan dirinya, Level 3; Mampu mengembangkan kurikulum untuk level sekolah atau rekan gurunya (menjadi koordinator kurikulum, koordinator mapel, atau koordinator level)
- Adanya Digitalisasi Kurikulum
- Perubahan terhadap Struktur Kurikulum; Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran diupayakan melalui rangkaian program intra-kurikuler (mata pelajaran) dan program penguatan karakter
- Pada jenjang PAUD ; akan menambahkan lingkup Seni dari STPPA (Permendikbud 137/2014) a. nilai agama dan moral; b. fisik-motorik; c. kognitif; d. bahasa; e. sosial-emosional; dan f. seni. Dan penambahan jam belajar dari 900 menit/minggu menjadi 1050-1200 menit/minggu
- Pada jenjang SD akan diarahkan berbasis Mata Pelajaran dengan Pengorganisasian mata pelajaran merupakan wewenang satuan pendidikan, meskipun demikian Pembelajaran TEMATIK di SD tetap bisa dilakukan (jenjang lainnya pun boleh menggunakan pendekatan ini) dan menjadi kewenangan satuan pendidikan
- Pada jenjang SMP tidak ada perubahan yang signifikan, Total jam belajar sama (38 jam pelajaran per minggu), Informatika menjadi mata pelajaran wajib. Perubahan di SMP fokus pada kompetensi dan isi mata pelajaran, bukan pada jumlah dan proporsi mata pelajaran
- Pada jenjang SMA; Peserta didik SMA/sederajat Kelas 10 meneruskan mata pelajaran dari SMP, sebagai fondasi untuk menentukan mata pelajaran pilihan yang akan mereka ambil di kelas 11 dan 12. Artinya mata pelajaran INFORMATIKA juga akan menjadi Wajib di kelas X. Dan karena melanjutkan mata pelajaran di jenjang sebelumnya maka beberapa mata pelajaran akan dijadikan Rumpun Mata Pelajaran misalnya IPA (Fisika, Kimia, Biologi, dst), IPS (Ekonomi, Geografi, Sejarah dst).untuk kelas X. dan di kelas XI dan XI akan menjadi mata pelajaran pilihan.
- Setiap SMA wajib membuka : 7 mata pelajaran dasar dan minimum; 3 mapel kelompok MIPA; 3 mapel kelompok IPS; 1 mapel kelompok kecakapan hidup dan vokasi. Di kelas 11 dan 12, siswa diwajibkan untuk mengambil minimal 3 mata pelajaran pilihan dengan syarat min. 1 mapel kelompok MIPA dan 1 mapel kelompok IPS, 1 mapel kelompok Bahasa dan atau Vokasi. Bagi sekolah yang tidak membuka kelompok Bahasa dan Vokasi bisa mengambil 2 mapel pada kelompok IPA/IPS. Sekolah dapat bekerjasama dengan DUDI untuk Mapel Vokasi. Ada Mapel yang dibuka hanya 1 semester, misalnya Bartender, Ecoprint, dll.
Fathur Rachim (Mandikbud)
Ketua Umum HIPPER Indonesia (https://hipper.or.id)
https://fathur.web.id
Ayo kita bwrgerak memberikan masukan
BalasHapusInfromatika sudah mateang, tinggal isinya saja yang mesti mendapat sentuhan
HapusPak Jay, ada Buku Informatika SMP yang sempat beredar kalau boleh kontennya lebih aplikatif lagi
HapusAlhamdulillah ada proyek gede-gedean lagi di kementerian
BalasHapus👍👍
Sebagus apapun kebijakan semuanya tergantung kepada pelaksananya dilapangan. Sebenarnya jika saja pembuat k bijakan mau belajar dari pengalaman atau perjalanan pendidikan dimasa lalu,maka sesungguhnya pelaksanaan pendidikan kita menjadi kurang bermutu bukan karena kebijakan yg kurang tetapi karena terlalu bijak untuk Gonta ganti kebijakan sehingga tidak dapat mengukur sejauh mana keberhasilan kebijakan yg sebelumnya. Untuk mengukur keberhasilan suatu kebijakan membutuhkan waktu yg panjang,karena tidak ada keberhasilan yg datangnya instan.Atau mmng perubahan kebijakan bukan bertujuan utk kemajuan pendidikan,tetapi perubahan kebijakan ditujukan utk sesuatu hal yg sebenarnya jauh dari tujuan pendidikan itu sendiri?Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yg tahu dan mereka yg membuat kebijakan.
BalasHapusSaya sangat setuju dengan pendapat anda👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
HapusIni sungguh baik jika proses itu lihat situasi dan kondisi. Guru mesti punya ketenangan dalam bekerja. Jangan buat guru tertekan.
HapusSetuju pak,keberhasilan pendidikan tdk bs dilihat secara instan perlu proses yg panjang. Ujung tombak keberhasilan pendidikan adalah guru yg didukung oleh pemerintah dan orang tua serta masyarakat.
HapusSemoga pendidikan di Indonesia akan semakin membaik.
Kurikulum pendidikan mengalami perubahan adalah hal yang wajar, karena harus mengadaptasikan diri dengan perubahan zaman. Tetapi hal terpenting adalah bagaimana agar setiap pihak yg terkait dgn proses belajar mengajar itu bisa ikhlas dan berbesar hati utk melaksanakannya. Artinya hal yang terkait dgn kesejahteraan guru menjadi stressing point dalam setiap kebijakan yang dibuat. Dengan demikian insyaallah semua kebijakan terkait proses belajar mengajar akan lebih baik...Insya Allah.
BalasHapusAamiin.
HapusAmin🙏🙏🙏
HapusSmk kok ga dibahas secara detail ya
BalasHapusTidak berbeda jauh jari yang ada saat ini. Di SMK ketambahan mata pelajaran Informatika.
HapusJumlah mapel terlalu banyak dibandingkan negara maju 6-8 mapel saja.Tapi Indonesia sulit karena banyak kepentingan.Seharusnya dikdas,dikmen dan dikti sama menyusun kurikulum agar seandainya ada mapel dihapus atau digabung bisa terakomodasi kurikulum dikti...mahasiswa tdk demo...guru tdk keberaran ....ada solusinya.....
BalasHapusBanyak juga negara maju yg jumlah mapelnya banyak. Intinya semua kebijakan harus mengakomodir mereka yang terdampak akan kebijakan itu. Kebijakan beban mengajar guru dan sertifikasi tidak boleh berdasarkan mata pelajaran lagi sehingga apapun kebijakannya tidak akan memperkeruh kebijakan itu sendiri
HapusSemoga kehadiran kurikulum baru lebih efektif dan efisien, tidak membingungkan pengguna
BalasHapusAamiin
HapusApapun perubahan kurikulum dan kebijakan2 yang mengacu pada pemenuhan kebutuhan yang sesuai dengan kondisi saat akan didukung, asalkan disesuaikan dengan pendapatan yg akan diterima oleh para guru dan dosen, karena merekalah ujung tombak yang sebenarnya
BalasHapusBerapakah pendapatan yang sesuai itu?
Hapusjangan yg ribet ribet deh,ntr anakku males sekolah
BalasHapusYang ngga ribet yang seperti apa ya ?
HapusSaya org yg menunggu perubahan kurikulum baru dri pak menteri Nadim....saya mendukun....sukses terus ya pak....ditunggu kurikulum baruny
BalasHapusApa kabar "bahasa daerah"? menyedihkan memang
BalasHapusMasih ada muatan lokal
HapusPerubahan kurikulum ada baiknya membuat bahagia semuanya, pasti akan terlaksana dengan segera dan merata serta sesuai rencana
BalasHapusSetuju
HapusKKM perlu dikaji ulang penerapannya. Prihatin, karena selama ini tuntutan KKM membuat ketuntasan capaian kompetensi bernilai semu (kalau tak mau dibilang manipulatif). Dipaksakan tuntas singkatnya. Kenapa harus malu memperlihatkan nilai siswa sebenarnya. Faktanya memang tingkat literasi siswa kita masih jauh tertinggal.
BalasHapusAlhamdulillah,informatika SMP ada lagi,🙏☺️
BalasHapusApapun Kurikulumnya yg paling utama disiapkan adalah guru, gonta-ganti kurikulum guru pun bingung terutama konten kurikulumnya. Pada kurikulum 2013 banyak guru yang belum juga paham betul karena berulang kali dilakukan revisi. Jadi matangkan betul semua komponen sebelum diberlakukan. Jangan sampai pengalaman di Kurikulum 2013 terulang kembali.
BalasHapusMata pelajaran Informatika SMP wajib diberikan dan kontennya harus aplikatif. Pada Kurikulum 2006 konten Mapel TIK sdh cukup memadai tetapi kontennya harus di tambah dan disesuaikan dengan kondisi saat ini
kalo informatika masuk lagi perlu dipikirkan guru ketrampilannya... kalau boleh usul sih sebenarnya guru dapat masuk ke mapel lain seperti dulu asal punya kemampuan
BalasHapus